This WordPress.com site is the cat’s pajamas

TESTIS DAN SKROTUM

 

Definisi-definisi

Incomplete descend of testis

Testis tertahan pada sebagian lokasi di skrotum

Testis Ektopik

Testis terletak dilokasi yang abnormal diluar jalur testis

 

Anatomi Testis

Testis berkembang di retroperitoneum di bawah ginjal pada awal masa kehidupan. Bersamaan dengan duktus Wollfian berkembang menjadi epididymis dan vas deferens, precursor gubernaculum berkembang menjadi lipatan dalam peritoneum. Prosesus vaginalis mulai menjadi dimple peritoneum sekitar usia gestasi 10 minggu dan mendahului testis dalam perjalanannya turun ke skrotum. Maternal chorionic gonadotropin merangsang pertumbuhan dan migasi testis. Pertumbuhan testis yang tidak sempurna, cenderung untuk menjadi penurunan testis yang tidak sempurna.

Anatomi testis dewasa menggambarkan perkembangan embrioniknya. Arteri testicular berada di retroperitoneum, dari aorta abdominal kiri dan dari arteri renalis di kanan. Drainase vena masuk ke vena renalis kiri dan vena cava inferior.

Epididimis meluas berbentuk flashy strip pada bagian posterior testis dan teraba sebagai struktur yang terpisah. Vas deferens berasal dari epididymis dapat diraba di atas testis berebentuk struktur tubulus yang masuk ke canalis inguinalis eksterna.

 

INCOMPLETELY DESCEND OF TESTIS

Sekitar 4 persen anak  laki-laki lahir dengan satu atau tanpa testis dan pada 10% kasus unilateral testis memilki riwayat keluarga.

 

Patologi

Pada awal masa kanak-kanak secara makroskopis terlihat  normal, namun menjadi bermasalah ketika pubertas. Elemen epitel menjadi imatur secara histologis dan pada akhir masa pubertas menggangu spermatogenesis dan membetasi produksi androgen.

 

Gambaran Klinis

–          Intraabdominal

–          Inguinal

–          Pouch inguinal superfisial

Pada masa anak-anak testis bersifat mobile dan reflek cremaster aktif. Pada sebagian anak-anak setiap stimulasi pada kulit skrotum atau paha menyebabkan testis menghilang ke kanalis inguinalis. Pada testis testis retractile dapat diperah dari posisinya di region inguinal ke dasar testis.

 

Bahaya undesensus testis:

–          Sterilitas

–          Nyeri akibat trauma

–          Berkaitan dengan hernia inguinal

–          Torsi

–          Epididimoorkitis

–          Atrofi testis inguinal, yang dapat disebabkan oleh trauma minor yang rekuren

–          Meningkatkan liabilitas penyakit keganasan

 

SURGICAL TREATMENT

Orchidopexy

Dilakukan pada usia di atas 1 tahun. Testis dan spermatic cord digerakkan dan testis dikembalikan ke skrotum. Operasi dilakukan melalui insisi pendek melalui cincin inguinal dalam. Canalis inguinalis di ekspose melalui pemisahan aponeurosis oblique eksterna sesuai arah seratnya.

Mobilisasi testis diawali dengan isolasi kantong hernia inguinal indirek yang terletak di anterior chorda. Kantong ini rapuh, namun dengan hati-hati dapat dibersihkan ke lateral untuk melepaskan lapisan yang menghubungkan leher kantong ke chorda. Lapisan fibrosis dipisahkan dan pembeuluh-pembuluh spermatikus di diseksi dari peritoneum sampai panjangnya cukup untuk membebaskan chorda untuk menempatkan testis di skrotum tanpa ada regangan. Pemisahan cremaster dan lapisan yang meliputi chorda sebenarnya dapat memberikan panjang yang lebih untuk testis, namun pembuluhnya halus dan berisiko cedera. Hemiskrotum yang kontong diregangkan dengan jari melewati insisi inguinal untuk memberikan ruang yang cukup bagi testis.

 

KEGAGALAN DALAM MENURUNKAN TESTIS

Kadang-kadang dua tahapan prosedur berhasil: testis dimobilisasi sejauh mungkin dan ditambatkan dengan jahitan dan mobilisasi disempurnakan 6 bulan kemudian. Orchidectomi harus dipertimbangkan jika undesensus testis inkomplet telah atropi. Sering pada pasien melewati masa pubertas dan testid yang lain normal.

Pengobatan hormonal dengan HCG hanya cocok jika terdapat hipogonadisme.

 

TESTIS EKTOPIK

Lokasi testis ektopik biasanya:

–          Cincin inguinal superfisial

–          Perineum

–          Pangkal penis

–          Segitiga Femoral

 

CEDERA TESTIS

Ruptur testis akibat hantaman jarang terjadi. Kontusio dan ruotur berhubungan dengan haematocele yang harus dievakuasi. Jika terjadi kerusakan testis yang parah, harus diangkat.

 

ABSENT TESTIS

Vanishing testis merupakan kondisi dimana testis berkembang, namun menghilang sebelum kelahiran dan biasa disebabkan oleh torsi perinatal. Kasus agenesis murni jarang terjadi.

 

TORSI TESTIS

Faktor Predisposisi

–          Inversi testis

–          Penempatan tubika vaginalis yang terlalu tinggi

–          Pemisahan epididymis dari corpus testis

Gambaran Klinis

Sering pada usia 10-25 tahun. Gejala tergantung dari tingkatan torsi. Sering berupa nyeri mendadak diselangkangan dan perut bagian bawah. Bisa mual dan muntah.

Torsi pada testis yang telah turun seluruhnya lebih mudah dikenali. Testi terlihat tinggin dan korda yang terpuntir dapat diraba diatas testis. Pada orchitis-mumps korda tidak terlalu menebal.Gambaran redness dan demam ringan data muncul dan sering meragukan dengan epididimio-orchitis. Torsi testis juga dapat menyerupai   hernia strangulate yang menekan korda dan menyebabkan oenekanan pada flexus pampiniformis. Jiika diagnosis sudah tegak, maka scrotum harus segera dieksplorasi.

Tatalaksana

Pada jam-jam pertama torsi, masih dapat di untwist dengan manipulasi yang gentle namun harus tetap dipersiapakn operasi untuk mencegah torsi rekuren.

Eksplorasi dapat dilakukan melaui insisi skrotum. Pada testis yang sudah di untwist tadi, dicegah twisting lagi denga menjahitkannya antara tunika vaginalis dan tunika albugenia.Testis yang lain harus difiksasi agar mencegah torsi bilateral. Testis yang tekah infark harus diangkat. Jika telah lama torsinya, hanya sedikit yang dapat diperoleh melalui eksplorasi.

Struktur yang sering mengalami twisting adalah appendix dari testis (pedunculated hydratic of morgagni). Ditatalaksana dengan ligase dan amputasi cito.

Udem scrotum idiopatik terjadi pada usia 4-12 tahun dan harus dibedakan dari torsi testis. Ada nyeri ringan dan sangat bengkak. Bengka dapat meluas ke perineum, selangkangan dan penis. Dipikirkan sebagai kasus alergi; sering muncul eosinophilia.

 

VARICOCELE

Dilatasi varsises dari vena testis.

Surgical Anatomy

 Vena mengaliri testis dan epididymis membentuk pleksus pampiniformis. Vena menjadi sedikit setelah tranvers ke kanalis inguinalis didekat atau pada cincin inguinal mana struktur ini berganung membentuk satu atau dua vena testikularis yang bergerak keatas dibelakang peritoneum.

Vena testikularis sinistra masuk ke vena renalis sisnistra dan vena testikularis dekstra ke vena kava inferior dibawah vena renalis dekstra.

Etiologi

Terutamna pada masa remaja dan anak-anak, dan sering dikiri. Yang dilatasi biasanya vena-vema cremasterica. Bisa oleh karena tumor ginjal atau setelah nefrektomi (pada orang tua)

Gambaran Klinis

Bisanya tanpa gejala, namun ada dragging yang sangat mengganggu apabila testis tidak ditopang. Ketika berdiri, skrotum tergantung lebih rendah dari yang normal, teraba seperti kantung cacing, ada impuls batuk, ketika berbaring vena-vena menjadi kosong dan testis dapat diraba. Pada kasus yang lama testis dapat menjadi lebih kecil dan lunak. Kecurigaan sebagai peneyabab infertilitasw tidak terbukti.

Tatalaksana

Operasi tidak diindikasikan pada varikokel yang asimptomatik. Prosedur lain berupa liga laparoskopik  dan jika fasilitas ada adapat dilakukan embolisasi vena testikularis.

 

HIDROKEL

Adanya cairan seros yang terkumpuldi bagia prosesus vaginalis, biasanya pada tunika.

Etiologi

–          Produksi yang berlebih

–          Gangguan absorpsi

–          Gangguan limfe

–          Adanya koneksi ke peritoneum melalui patent proc vaginalis

Gambaran Klinis

Biasanya translusen dan mungkin ‘get above the swelling’ pada pemeriksaan skrotum

Hidrokel vaginal primer adalah yang paling sering pada usia pertengahan dan usia tua dan dapat terjadi juga pada anak yang lebih tua. Bengkak tidak nyeri, testis dapat teraba, namun diperlukan USG diperlukan jika kantong hidrokel teregang. Sekitar 5 % hernia berkaitan dengan hidrojel vaginal pada sisi yang sama.

Pada hidrokel kongenital, prosesus vaginalis menetap dan terhubung dengan cavitas peritoneal. Hubungan ini terlalu kecil untum dapat terjadi hernia. Harus dipertimbangkan adanya asites jiak bengka terjadi bilateral.

Hidrokel dan canalis Nuck sama pada wanita.

 

Komplikasi Hidrokel

  • Ruptur, namun jarang terjadi
  • Hematocele
  • Kalsidikasi kantong

Tata Laksana

Pada hidrokel congenital dilakukan herniotomi, jika tidak tereduksi spontan.

Operasi Lord cocok untuk kasus dengan dinding yang tipis. Operasi Jaboulay dengan eversi kantong hirdrokel dan ditambatkan dengan jahitan.

Drainase kanul pada cairan hidrokel sebenarnya sederhana namun sering terakumulasi kembali setelah beberapa minggu. Ini cocok untuk pasien yaang tidak fit untuk operasi skrotum meskipun dalam anestesi regional. Injeksi sklerotan seperti tetrasiklin cukup efektif namun sangat nyeri.

Hidrokel Post Hernioraphy

Merupakan komplikasi yang jarang pasca repair hernia inguinal

Hidrokel Kantong Hernia

Terjadi jika leher kantong hernia teroklusi akibat adhesi dan plug omentum.

Hidrokel Filarial dan Chylocele

Sekitar 80% kasus hidrokel pada daerah tropis yang endemin Wucheria bancrofti. Terjadi setelah serangan berulang dari filarial epididimio-orchytis. Ditatalaksana dengan istirahat dan aspirasi dan eksisi kantong pada kasus kronik.

Haematocele

Akibat kerusakan pembuluh ketika drainase jarum pada hirokel. Diagnosis tegak dengan adanya Proft refilling of the sac, nyeri, tenderness dan transiluminasi berkurang. Bisa jugaa kibat trauma testis dengan atau tanpa ruptur testis.  Bisa terjadi clotting jiak haematocele tidak didrainase.

Clotted Haematocele

Tidak nyeri dan sering salah kaprah dengan tumor testis. Dilakukan orchydektomy, kecuali testis indubitably benign.

CYST ASSOCAITED WITH THE EPIDIDYMIS

            Kista Epididimal

            Ditenukan pada usia pertengahan dan jarang bilateral. Teraba seperti bunches of grapes. Sangat transiluminabel. Adanya massa skrotum memunculkan adanya kemungkinan neoplasma testis. Namun kista epididimal biasanya terpisah dengan testis dan ini tanda yang penting. Penatalaksanaan dengan eksisi. Aspirasi kurang bermanfaat karena kista-nya multilokular.

Cyst of Testicular Appendage

Unilateral dan teraba seperti sebuah globul bengkak di pool atas. Mudah terjadi torsi dan harus diangkat jika telah menimbulkan gejala.

Spermatocele

Merupakan kista  multilokuler yang berasal dari bagian epididimis yang mengatut mekanisme sperma (sperm-condukting mechanism)

Gambaran klinis spermatocele terletak di caput epididimis dan dibelakang pool atas testis. Biasanya lunak dan lebih longgardaripada lesi kistik lain diskrotum.    Ditemukan transilumniasi.Cairan mengadung spermatozoa.Ukuran kecil dan unobtrusif. Jika ukurannya besar harus diaspirasi atau dieksisi melalui insisi skrotum

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: